Semua orangtua ingin anak-anaknya kelak menjadi orang sukses, dan sibuk menyiapkan pendidikan formal serta les terbaik. Ini semua baik, namun masih ada satu bentuk pendidikan yang justru paling penting: pendidikan keluarga di rumah.
Sukses dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dipelajari di rumah, bukan di sekolah atau tempat les. Berikut hal-hal yang sering “lupa” diajarkan orangtua pada anak-anak mereka:
- Delayed gratification: kecakapan dan kekuatan mental untuk menunda kenikmatan demi hasil yang lebih besar. Anak-anak sekarang hidup dengan pemenuhan keinginan yang instan; orangtua yang sibuk sering “menebus” rasa bersalah dengan memberi benda, materi, atau uang yang sebenarnya tidak anak butuhkan.
- Keterampilan komunikasi: mendengar dengan fokus dan empati, menganalisis, memahami, dan memberi respon yang sesuai. Menguasai bahasa adalah satu hal; terampil berkomunikasi adalah hal lain.
- Etos kerja: anak yang kurang didorong bekerja keras dan cerdas tampak mudah putus asa, tidak mau susah, dan rendah komitmennya pada tugas.
- Kemandirian: kebiasaan yang dibangun anak melalui tindakan berulang, bukan sesuatu yang diberikan. Saat orangtua atau pengasuh mengerjakan hal-hal yang sebenarnya bisa anak lakukan sendiri (mengambil makanan, merapikan tempat tidur, menyiapkan buku), anak justru merasa dirinya tidak mampu.
- Kejujuran: orangtua kadang tanpa sadar memaksa anak bersikap tidak jujur, misalnya mengerjakan tugas sekolah anak, atau meminta anak berbohong pada guru soal alasan terlambat.
- Jiwa kompetitif yang sehat: terutama berkompetisi dengan diri anak sendiri, berani meningkatkan standar pencapaian.
- Berani mengambil risiko: membuat pilihan dengan konsekuensi logis dan terukur, di mana anak boleh kecewa bila keliru dan senang bila benar. Orangtua yang baik memberi anak ruang untuk berbuat salah.
- Mengelola emosi: termasuk mengatasi emosi negatif dan merespon kritik. Kecakapan ini berkontribusi lebih dari 90% terhadap prestasi dan keberhasilan hidup.
- Melek uang: pengetahuan mengelola uang dengan benar dan bertanggung jawab, hidup hemat yang wajar, membeli kebutuhan dan bukan sekadar keinginan.
- Bersyukur atas semua nikmat dan kemudahan yang diperoleh dalam hidup.
- Kebiasaan membaca buku: leaders are readers; membaca adalah kecakapan pembelajar sepanjang hayat.
Dilansir dari www.adiwgunawan.com